Belajar menurut Al-Quran dan hadist

Al-Qur'an berulang kali memerintahkan manusia untuk belajar, membaca, berpikir, bertanya kepada ahli ilmu, dan mengambil pelajaran. Berikut beberapa ayat yang menjadi dasar:

  1. Perintah membaca (iqra')

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

"Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan."

QS. Al-'Alaq (96): 1

  1. Bertanya kepada orang yang berilmu

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

"Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui."

QS. An-Nahl (16): 43 (juga terdapat pada QS. Al-Anbiya' (21): 7)

  1. Doa agar ditambah ilmu

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

"Dan katakanlah: Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu."

QS. Taha (20): 114

  1. Allah meninggikan derajat orang berilmu

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

"Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."

QS. Al-Mujadilah (58): 11

  1. Tidak sama orang berilmu dengan yang tidak berilmu

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

"Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?"

QS. Az-Zumar (39): 9

Kesimpulan

Al-Qur'an memerintahkan umat Islam untuk:

  • Membaca dan belajar (QS. Al-'Alaq: 1–5).
  • Bertanya kepada ahli ilmu ketika tidak mengetahui (QS. An-Nahl: 43; QS. Al-Anbiya': 7).
  • Terus memohon tambahan ilmu (QS. Taha: 114).
  • Menghargai ilmu dan orang yang berilmu (QS. Al-Mujadilah: 11; QS. Az-Zumar: 9).

Ayat "فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ" sering dijadikan salah satu dalil terkuat bahwa ketika seseorang belum mengetahui suatu persoalan agama, ia dianjurkan untuk bertanya kepada orang yang memiliki ilmu.


Ilmu itu ketentuan dari Alloh.

Dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa sumber segala ilmu adalah Allah. Allah memberikan ilmu kepada siapa yang Dia kehendaki. Beberapa dalilnya:

  1. Allah mengajarkan manusia

عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

"Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."

QS. Al-'Alaq (96): 5

  1. Allah mengajarkan kepada Nabi Adam

وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا

"Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) semuanya."

QS. Al-Baqarah (2): 31

  1. Ilmu adalah karunia Allah

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا

"Dia menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa dianugerahi hikmah, sungguh ia telah dianugerahi kebaikan yang banyak."

QS. Al-Baqarah (2): 269

  1. Doa memohon tambahan ilmu

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

"Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu."

QS. Taha (20): 114

  1. Di atas setiap orang berilmu masih ada Yang Maha Mengetahui

وَفَوْقَ كُلِّ ذِي عِلْمٍ عَلِيمٌ

"Di atas setiap orang yang berpengetahuan masih ada Yang Maha Mengetahui."

QS. Yusuf (12): 76

Jadi, dalam Islam diyakini bahwa semua ilmu pada hakikatnya berasal dari Allah. Namun, Allah biasanya menyampaikan ilmu itu melalui sebab-sebab yang Dia tetapkan, seperti wahyu kepada para nabi, belajar dari Al-Qur'an dan Sunnah, berguru kepada ulama, membaca, berpikir, mengamati alam, dan meneliti. Karena itu, menerima ilmu dari Allah tidak bertentangan dengan belajar kepada guru; guru hanyalah perantara, sedangkan Allah adalah sumber ilmu dan pemberi hidayah.





Hadist²

Ada banyak hadis sahih yang mendorong umat Islam untuk belajar dan menuntut ilmu. Berikut beberapa di antaranya:


1. Kewajiban menuntut ilmu




> طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ


"Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim."


Diriwayatkan oleh Sunan Ibnu Majah no. 224. Para ulama berbeda pendapat tentang derajat sanadnya, namun maknanya diterima dan didukung dalil-dalil lain.




2. Allah memudahkan jalan ke surga




> مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ


"Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."


Diriwayatkan oleh Sahih Muslim no. 2699.




3. Keutamaan orang berilmu




> مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ


"Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan memahamkannya tentang agama."


Diriwayatkan oleh Sahih al-Bukhari no. 71 dan Sahih Muslim no. 1037.




4. Menyampaikan ilmu




> نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ


"Semoga Allah mencerahkan wajah seseorang yang mendengar hadis dari kami, lalu menghafalnya dan menyampaikannya kepada orang lain."


Diriwayatkan oleh Jami' at-Tirmidzi no. 2658, dinilai sahih oleh banyak ulama.




5. Belajar dari ulama Rasulullah ﷺ bersabda:




> إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ


"Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi."


Diriwayatkan oleh Sunan Abu Dawud no. 3641 dan Jami' at-Tirmidzi no. 2682.




Hadis-hadis ini menunjukkan pentingnya menuntut ilmu, menghormati ulama, serta belajar dari orang yang memiliki ilmu. Meskipun tidak ada hadis sahih yang berbunyi "Barang siapa belajar tanpa guru maka gurunya setan", semangat untuk belajar kepada ahli ilmu sejalan dengan ajaran Islam yang menganjurkan mengambil ilmu dari para ulama yang terpercaya.


Rasululloh SAW menegaskan 2 wasiat untuk di pelajari.

Hadis yang paling masyhur tentang dua peninggalan Rasulullah ﷺ memiliki beberapa riwayat.

1. Riwayat sahih dalam

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَمَّا بَعْدُ، أَلَا أَيُّهَا النَّاسُ، فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ، يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ رَسُولُ رَبِّي فَأُجِيبَ، وَأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ: أَوَّلُهُمَا كِتَابُ اللَّهِ، فِيهِ الْهُدَى وَالنُّورُ، فَخُذُوا بِكِتَابِ اللَّهِ وَاسْتَمْسِكُوا بِهِ... وَأَهْلُ بَيْتِي، أُذَكِّرُكُمُ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي

 

"...Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yang berat: yang pertama adalah Kitab Allah, di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, maka berpegang teguhlah kepada Kitab Allah... dan (aku ingatkan kalian tentang) Ahlul Baitku."

 

(HR. Muslim no. 2408)

 

2. Riwayat "Kitabullah dan Sunnahku"

 

Terdapat riwayat yang berbunyi:

 

تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ، لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ

 

"Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegang teguh kepada keduanya: Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya."

 

Riwayat ini terdapat dalam secara mursal dan memiliki beberapa jalur periwayatan lain. Banyak ulama menerima maknanya karena didukung oleh dalil-dalil lain yang memerintahkan berpegang kepada Al-Qur'an dan Sunnah, meskipun pembahasan tentang kekuatan sanadnya berbeda di kalangan ahli hadis.

 

Kesimpulan

 

Kedua riwayat tersebut dikenal dalam khazanah Islam:

 

Riwayat dalam Sahih Muslim: Kitab Allah dan Ahlul Bait.

 

Riwayat lain yang populer di kalangan Ahlus Sunnah: Kitab Allah dan Sunnah Nabi.

Keduanya tidak saling menafikan. Seorang Muslim diperintahkan berpegang kepada Al-Qur'an, mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ, serta mencintai dan menghormati Ahlul Bait beliau


########hadarmi########

Atau seperti : 


Belajar Menurut Al-Qur'an dan Hadis

Pendahuluan

Islam adalah agama yang sangat memuliakan ilmu. Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ dimulai dengan perintah membaca. Hal ini menunjukkan bahwa belajar merupakan pintu menuju keimanan, kemajuan, dan kebahagiaan dunia serta akhirat. Dalam Islam, belajar bukan hanya untuk menjadi pintar, tetapi untuk mengenal Allah, memperbaiki akhlak, mengamalkan kebenaran, dan memberi manfaat kepada sesama.

1. Belajar adalah Perintah Allah

Allah berfirman:

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan."(QS. Al-'Alaq: 1)

Ayat ini menegaskan bahwa perjalanan ilmu dimulai dengan membaca dan selalu mengingat Allah.

2. Allah adalah Sumber Segala Ilmu

Allah berfirman:

"Yang mengajar manusia dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."(QS. Al-'Alaq: 4–5)

Semua ilmu pada hakikatnya berasal dari Allah. Karena itu, seorang penuntut ilmu harus rendah hati dan bersyukur.

3. Orang Berilmu Diangkat Derajatnya

Allah berfirman:

"Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."(QS. Al-Mujadilah: 11)

Kemuliaan ilmu harus disertai iman dan amal saleh.

4. Belajar dengan Berpikir dan Mengambil Pelajaran

Allah berfirman:

"Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal."

(QS. Ali 'Imran: 190–191)

Seorang Muslim diperintahkan untuk membaca ayat-ayat Al-Qur'an sekaligus merenungkan ayat-ayat kauniyah (tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta).

5. Bertanya kepada Ahlinya

Allah berfirman:"Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui."(QS. An-Nahl: 43)

Belajar membutuhkan guru, bimbingan, dan sikap rendah hati.

Belajar Menurut Hadis Nabi ﷺ

1. Menuntut Ilmu adalah Kewajiban

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim."(HR. Ibnu Majah)

Ilmu yang dimaksud terutama ilmu yang diperlukan untuk menjalankan agama dengan benar, dan juga ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan.

2. Allah Memudahkan Jalan ke Surga

Rasulullah ﷺ bersabda:"Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."(HR. Muslim)

Belajar dengan niat yang ikhlas adalah ibadah yang berpahala.

3. Keutamaan Memahami Agama

Rasulullah ﷺ bersabda:"Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah akan memahamkannya tentang agama."(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Pemahaman agama yang benar merupakan tanda kebaikan yang Allah kehendaki bagi seorang hamba.

4. Belajar dan Mengajarkan Al-Qur'an

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya."

(HR. Al-Bukhari)

Ilmu yang paling utama adalah ilmu yang mendekatkan seseorang kepada Allah.

5. Ilmu yang Bermanfaat

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya."(HR. Muslim)

Ilmu yang diamalkan dan diajarkan akan terus mengalir pahalanya.

Adab Belajar dalam Islam

Ikhlas karena Allah.

Memulai dengan doa dan memohon tambahan ilmu.

Menghormati guru.

Bersungguh-sungguh dan sabar.

Mengamalkan ilmu yang dipelajari.

Menyebarkan ilmu yang benar dengan hikmah.

Terus belajar sepanjang hayat.


Tujuan Belajar Menurut Islam

Mengenal Allah dan mentauhidkan-Nya.

Menambah iman dan takwa.

Memperbaiki akhlak.

Mengamalkan ilmu dalam kehidupan.

Memberikan manfaat kepada masyarakat.

Mencari rida Allah dan kebahagiaan akhirat.


Kesimpulan

Menurut Al-Qur'an dan hadis, belajar adalah ibadah yang menghubungkan manusia dengan Allah. Ilmu yang benar melahirkan iman, iman melahirkan amal saleh, dan amal saleh mengantarkan kepada kebahagiaan dunia serta keselamatan di akhirat. Karena itu, seorang Muslim hendaknya terus belajar, mengamalkan ilmunya, dan mengajarkannya kepada orang lain demi meraih rida Allah SWT

. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang sehari hari

Dasar berzikir di masjid ,surau dan mushola

Belajar tanpa guru.