KEMBALI PADA ALLOH

 Berikut rumusan yang lebih ringkas dan padat:

Menundukkan Kehendak Diri kepada Kehendak Allah SWT.

Menundukkan kehendak diri kepada kehendak Allah SWT merupakan hakikat penghambaan seorang mukmin. Seorang hamba tidak lagi menjadikan hawa nafsu, ego, atau keinginan pribadinya sebagai penentu arah hidup, melainkan berusaha menerima, menaati, dan ridha terhadap ketetapan Allah.

Proses ini dimulai dengan iman yang benar, diwujudkan dalam sikap Islam (berserah diri), dilatih melalui kesabaran ketika menghadapi ujian, dan disempurnakan dengan keikhlasan dalam setiap amal. Dengan demikian, hati semakin bersih dari kesombongan, amarah, iri, dengki, dan keinginan untuk selalu menang.

Allah SWT berfirman:

«"Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan."(QS. Al-Baqarah: 208)»

Dan Allah juga berfirman:

«"Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."(QS. Al-Baqarah: 153)»

Menundukkan kehendak diri bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi berikhtiar dengan sungguh-sungguh sesuai syariat, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah. Seorang hamba terus berdoa dan berusaha, namun tetap yakin bahwa keputusan Allah adalah yang paling baik.

Semakin seseorang mengenal Allah, semakin kecil egonya. Ia tidak lagi bertanya, "Mengapa keinginanku belum terwujud?", tetapi bertanya, "Apakah yang kuinginkan sudah sesuai dengan kehendak Allah?"

Di situlah letak ketenangan hati. Sebab kebahagiaan sejati bukan ketika Allah mengikuti kehendak manusia, melainkan ketika manusia dengan ikhlas menundukkan kehendaknya kepada kehendak Allah SWT.Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang sabar, ikhlas, dan senantiasa ridha terhadap segala ketetapan-Nya. Aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang sehari hari

Dasar berzikir di masjid ,surau dan mushola

Belajar tanpa guru.