BACAAN SHALAT
Berikut bacaan shalat fardu yang umum diamalkan oleh mayoritas kaum Muslimin, mulai dari takbiratul ihram hingga salam.
1. Takbiratul Ihram
الله أكبر
Allāhu Akbar
Artinya: Allah Maha Besar.
2. Doa Iftitah (salah satu yang masyhur)
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلَا إِلٰهَ غَيْرُكَ
Subḥānaka Allāhumma wa biḥamdika, wa tabārakasmuka, wa ta‘ālā jadduka, wa lā ilāha ghairuk.
Artinya: Mahasuci Engkau ya Allah, segala puji bagi-Mu, Maha Berkah nama-Mu, Maha Tinggi keagungan-Mu, dan tidak ada Tuhan selain Engkau.
(.Berikut bacaan doa iftitah "Wajjahtu Wajhiya", yang dibaca setelah takbiratul ihram sebelum membaca Al-Fatihah. Doa ini dikenal luas dalam mazhab Syafi'i dan banyak diamalkan di Indonesia.
Doa Iftitah "Wajjahtu Wajhiya"
وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ. إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ.
Latin:
Wajjahtu wajhiya lilladzī faṭaras-samāwāti wal-arḍa ḥanīfan musliman wa mā anā minal musyrikīn. Inna ṣalātī wa nusukī wa maḥyāya wa mamātī lillāhi Rabbil-'ālamīn. Lā syarīka lah, wa bidzālika umirtu wa anā minal muslimīn.
Artinya:
"Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan lurus dan berserah diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam. Tiada sekutu bagi-Nya. Dengan itulah aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim)."
Doa ini bersumber dari ayat-ayat Al-Qur'an, terutama QS. Al-An'am ayat 79 dan 162–163, dan terdapat hadis sahih yang menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ membaca doa iftitah dengan redaksi yang mengandung ayat-ayat tersebut, terutama dalam salat malam. Karena terdapat beberapa riwayat doa iftitah yang sahih, para ulama membolehkan membaca salah satunya. Doa "Wajjahtu Wajhiya" termasuk yang masyhur diamalkan dalam mazhab Syafi'i. )
3. Ta'awudz
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
A‘ūdzu billāhi minasy-syaithānir-rajīm.
4. Basmalah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm.
5. Surah Al-Fatihah
(Dibaca lengkap pada setiap rakaat.)
6. Membaca Surah atau Ayat Al-Qur'an
Misalnya Al-Ikhlas, Al-'Ashr, Al-Kautsar, dan lainnya.
7. Rukuk
الله أكبر
Kemudian membaca:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ (3 kali)
Subḥāna Rabbiyal 'Aẓīm.
Artinya: Mahasuci Tuhanku Yang Maha Agung.
8. I'tidal
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Sami'allāhu liman ḥamidah.
Kemudian:
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
Rabbanā wa lakal-ḥamd.
Artinya: Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji.
( Salah satu zikir i'tidal yang diajarkan Rasulullah ﷺ setelah mengucapkan:
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Sami'allāhu liman ḥamidah.
Kemudian dibaca:
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
Latin:
Rabbanā wa lakal-ḥamd, mil'as-samāwāti wa mil'al-arḍi wa mil'a mā syi'ta min syai'in ba'du.
Artinya:
"Ya Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji, sepenuh langit, sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki setelah itu."
Dalam riwayat yang lebih panjang (HR. Muslim), Rasulullah ﷺ juga membaca:
أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ، أَحَقُّ مَا قَالَ الْعَبْدُ، وَكُلُّنَا لَكَ عَبْدٌ، اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
Latin:
Ahlats-tsanā'i wal-majd, aḥaqqu mā qālal-'abd, wa kullunā laka 'abd. Allāhumma lā māni'a limā a'thait, wa lā mu'thiya limā mana't, wa lā yanfa'u dzal-jaddi minkal-jadd.
Bacaan ini merupakan salah satu zikir i'tidal yang sahih dari Rasulullah ﷺ dan boleh diamalkan. Ada pula bacaan yang lebih singkat, seperti:
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
Rabbanā wa lakal-ḥamd.
Semua bacaan tersebut berasal dari hadis-hadis sahih dan boleh dipilih dalam salat..
9. Sujud
الله أكبر
Kemudian membaca:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى (3 kali)
Subḥāna Rabbiyal A‘lā.
Artinya: Mahasuci Tuhanku Yang Maha Tinggi.
10. Duduk di antara Dua Sujud
رَبِّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاجْبُرْنِي، وَارْفَعْنِي، وَارْزُقْنِي، وَاهْدِنِي، وَعَافِنِي، وَاعْفُ عَنِّي
Rabbi-ghfir lī warḥamnī wajburnī warfa'nī warzuqnī wahdinī wa 'āfinī wa'fu 'annī.
Artinya: Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkan kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, sehatkanlah aku, dan maafkanlah aku.
11. Tasyahud Awal
اَلتَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ... hingga syahadat.
12. Tasyahud Akhir
Membaca tasyahud, kemudian shalawat kepada Nabi ﷺ:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ...
(Berikut adalah bacaan tasyahud (attahiyyat) lengkap yang paling masyhur dan bersumber dari hadis sahih
Bacaan Tasyahud
التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
Latin:
At-taḥiyyātu lillāhi waṣ-ṣalawātu waṭ-ṭayyibāt. As-salāmu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh. As-salāmu 'alainā wa 'alā 'ibādillāhiṣ-ṣāliḥīn. Asyhadu allā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muḥammadan 'abduhū wa rasūluh.
Shalawat Ibrahimiyah
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
Latin:
Allāhumma ṣalli 'alā Muḥammadin wa 'alā āli Muḥammad, kamā shallaita 'alā Ibrāhīma wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd. Allāhumma bārik 'alā Muḥammadin wa 'alā āli Muḥammad, kamā bārakta 'alā Ibrāhīma wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd.
Doa Sebelum Salam
Rasulullah ﷺ juga menganjurkan berlindung kepada Allah dengan doa berikut sebelum salam:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
Latin:
Allāhumma innī a'ūdzu bika min 'adzābi Jahannam, wa min 'adzābil-qabr, wa min fitnatil-maḥyā wal-mamāt, wa min syarri fitnatil-Masīḥid-Dajjāl.
Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari keburukan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal."
Setelah itu, mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
Semua bacaan di atas memiliki dasar dalam hadis-hadis sahih. Perlu diketahui bahwa terdapat beberapa redaksi tasyahud dan shalawat yang juga sahih dari Rasulullah ﷺ. Perbedaan redaksi tersebut merupakan bagian dari keragaman sunnah yang diakui para ulama, sehingga masing-masing boleh diamalkan.
Hingga selesai sebagaimana riwayat yang sahih).
13. Salam
Ke kanan:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
As-salāmu 'alaikum wa raḥmatullāh.
Kemudian ke kiri membaca bacaan yang sama.
Catatan
Bacaan di atas adalah bacaan yang umum diamalkan dan memiliki dasar dari hadis-hadis sahih.
Terdapat beberapa variasi bacaan doa iftitah, tasyahud, dan doa setelah tasyahud yang semuanya berasal dari sunnah Rasulullah ﷺ. Perbedaan tersebut merupakan bagian dari keragaman yang dibenarkan dalam fikih Islam.
########################
Berikut adalah doa QUNUT Subuh yang umum dibaca dalam mazhab Syafi'i dan diamalkan oleh banyak warga Nahdlatul Ulama (NU).
Doa Qunut
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Latin:
Allāhumma ihdinī fīman hadait, wa 'āfinī fīman 'āfait, wa tawallanī fīman tawallait, wa bārik lī fīmā a'thait, wa qinī syarra mā qadhait, fa innaka taqdhī wa lā yuqdā 'alaik, wa innahu lā yadzillu man wālait, wa lā ya'izzu man 'ādait, tabārakta Rabbanā wa ta'ālait, falakal-ḥamdu 'alā mā qadhait, astaghfiruka wa atūbu ilaik, wa shallallāhu 'alā Sayyidinā Muḥammadin an-Nabiyyil-Ummiyyi wa 'alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallam.
Artinya:
"Ya Allah, berilah aku petunjuk bersama orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan bersama orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan. Jadikanlah aku dalam perlindungan-Mu bersama orang-orang yang telah Engkau lindungi. Berkahilah apa yang telah Engkau karuniakan kepadaku. Lindungilah aku dari keburukan apa yang telah Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkaulah yang menetapkan, dan tidak ada yang dapat menetapkan atas-Mu. Sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau lindungi dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Mahaberkah Engkau, wahai Tuhan kami, dan Mahatinggi Engkau. Segala puji bagi-Mu atas apa yang telah Engkau tetapkan. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertobat kepada-Mu. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga beliau, dan para sahabat beliau."
Catatan:
Mazhab Syafi'i menganjurkan membaca qunut pada salat Subuh.
Mazhab lain memiliki pendapat yang berbeda mengenai qunut Subuh. Perbedaan ini termasuk masalah fikih yang telah lama dibahas para ulama dan tidak semestinya menjadi sebab perpecahan di antara sesama Muslim.
Wassalam.
Komentar
Posting Komentar